8 Kuliner Khas Semarang Paling Legendaris yang Bikin Ketagihan

Nativeindonesia – Berbicara tentang kuliner khas Semarang, rasanya seperti membuka lembaran kenangan yang penuh aroma rempah dan kehangatan tradisi. Hidangan-hidangan yang disajikan bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan bagian dari cerita panjang budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tak heran jika banyak orang selalu rindu untuk kembali mencicipinya.

Keunikan rasa kuliner Semarang terletak pada perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, hingga pengaruh kolonial yang menyatu secara harmonis. Kombinasi inilah yang membuat setiap sajian memiliki karakter kuat dan berbeda dari daerah lain. Sekali mencoba, lidah seakan diajak berpetualang menikmati sensasi manis, gurih, hingga sedikit sentuhan asin yang khas.

Tak sedikit wisatawan yang sengaja datang hanya untuk berburu makanan legendaris di kota ini. Mereka rela antre demi seporsi hidangan yang konon sudah terkenal sejak puluhan tahun silam. Bukan tanpa alasan, karena cita rasa autentik yang tetap terjaga menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak. Inilah ragam kuliner khas Semarang paling legendaris yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.

Mie Kopyok

Mie Kopyok

Mie Kopyok adalah salah satu kuliner khas Semarang yang terkenal dengan harganya yang ramah di kantong, namun rasanya tetap lezat dan memuaskan. Hidangan ini terdiri dari mie kuning, potongan lontong, tauge, tahu, dan kerupuk gendar, yang kemudian disiram dengan kuah bening gurih dan ringan.

Untuk menambah cita rasa, Mie Kopyok biasanya disajikan dengan sambal dan kecap sesuai selera. Kombinasi bahan-bahan segar dan kuah yang lezat membuat setiap suapan terasa nikmat dan menggugah selera.

Nama “kopyok” sendiri berasal dari teknik penyajiannya, di mana mie dan bahan pelengkap lainnya dicelup sebentar ke air panas sebelum disajikan. Hidangan ini sangat cocok dinikmati kapan saja, terutama di siang hari yang panas karena rasanya yang segar.

Bandeng Presto

Bandeng Presto

Bandeng Presto adalah salah satu makanan khas dari Semarang yang banyak digemari. Ikan bandeng yang dikenal memiliki duri yang banyak, dimasak menggunakan teknik presto atau tekanan tinggi, sehingga durinya menjadi lunak dan aman untuk dikonsumsi.

Rasa ikan bandeng ini gurih dan dipadu dengan aroma rempah alami seperti bawang putih dan kunyit, membuat hidangan ini semakin nikmat. Biasanya, Bandeng Presto disajikan di atas daun pisang, menambah kesan tradisional dan harum saat disantap.

Selain enak untuk langsung dinikmati, Bandeng Presto juga sangat praktis dijadikan oleh-oleh. Banyak yang menjualnya dalam kemasan vakum, sehingga mudah dibawa pulang dan tetap awet tanpa mengurangi cita rasanya.

Babat Gongso

Babat Gongso

Babat Gongso adalah salah satu hidangan khas Semarang yang wajib dicoba bagi pecinta babat sapi. Babat sapi dimasak hingga lembut, lalu ditumis bersama bumbu pilihan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan kecap manis.

Hasilnya, babat gongso memiliki tekstur yang kenyal namun empuk, serta aroma yang menggugah selera siapa pun yang mencium wanginya. Setiap suapan menawarkan sensasi rasa yang khas dan memikat lidah.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan kerupuk, menjadikannya pilihan tepat untuk makan siang atau makan malam. Babat gongso tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menghadirkan cita rasa autentik kuliner Semarang.

Lumpia Semarang

Lumpia Semarang

Lumpia Semarang merupakan salah satu kuliner khas yang sangat terkenal dari kota Semarang. Makanan ini sering dijadikan oleh-oleh karena rasanya yang khas dan selalu menarik perhatian wisatawan.

Kelezatan lumpia Semarang berasal dari kombinasi budaya Tionghoa dan Jawa, yang membuat rasanya berbeda dibanding lumpia pada umumnya. Di dalamnya terdapat rebung muda, telur, serta pilihan daging ayam atau udang, semuanya dibungkus dengan kulit tipis yang lembut.

Setelah digoreng hingga berwarna keemasan dan renyah, lumpia Semarang biasanya disajikan bersama saus kental khas serta cabai rawit. Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas membuat makanan ini semakin nikmat untuk dinikmati kapan saja.

Soto Semarang

Soto Semarang

Soto Semarang memiliki keunikan dibandingkan soto dari daerah lain, karena kuahnya tidak kental atau bersantan, melainkan menonjolkan rasa segar dari kaldu ayam. Rasanya sederhana, namun mampu memberikan kehangatan dan kenyamanan saat disantap.

Isian soto ini biasanya terdiri dari suwiran ayam, bihun, irisan seledri, serta taburan bawang goreng yang aromanya menggugah selera. Kombinasi bahan-bahan ini membuat setiap suapan terasa lezat dan menyenangkan di lidah.

Yang membuat Soto Semarang semakin spesial adalah penyajiannya yang kerap dilengkapi dengan pelengkap seperti perkedel kentang, sate usus, atau tempe goreng. Tidak heran jika soto ini menjadi salah satu favorit masyarakat untuk menu sarapan yang menghangatkan perut.

Tahu Gimbal

Tahu Gimbal

Tahu gimbal merupakan salah satu kuliner khas Semarang yang sederhana namun memiliki rasa yang begitu menggoda. Hidangan ini memadukan potongan tahu goreng dengan lontong, sayuran kol, dan telur, menciptakan kombinasi yang kaya tekstur dan warna.

Yang membuat tahu gimbal unik adalah tambahan “gimbal”, yaitu bakwan udang yang digoreng hingga renyah. Perpaduan ini memberikan sensasi kriuk di setiap gigitan dan menambah kelezatan keseluruhan hidangan.

Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang kental yang gurih dan nikmat, lengkap dengan kerupuk udang sebagai pelengkap. Agar aroma dan rasa lebih segar, hidangan biasanya ditambahkan sedikit irisan seledri atau bawang goreng sebelum disajikan.

Wingko Babat

Wingko Babat

Wingko Babat adalah makanan khas Semarang yang terkenal dengan rasa manis, gurih, dan tekstur yang legit. Camilan ini dibuat dari campuran kelapa parut, tepung ketan, dan gula, kemudian dipanggang hingga permukaannya kecokelatan dan sedikit renyah.

Biasanya Wingko Babat berbentuk bulat pipih dan memiliki aroma kelapa yang khas, sehingga langsung menarik perhatian siapa saja yang mencium wanginya. Kehadiran aroma ini membuat camilan ini sulit untuk ditolak dan menjadi favorit banyak orang.

Tidak hanya enak dimakan sendiri, Wingko Babat juga pas disantap bersama teh atau kopi, terutama di sore hari. Kesederhanaannya yang klasik membuat camilan ini sering membangkitkan rasa nostalgia, seolah membawa orang kembali ke suasana kampung halaman.

Sego Koyor

Sego Koyor

Sego Koyor merupakan salah satu kuliner khas Semarang yang wajib dicoba bagi penggemar masakan bercita rasa rempah kuat. Hidangan ini terdiri dari nasi hangat yang disajikan bersama koyor, yaitu urat sapi yang dimasak perlahan hingga empuk dalam kuah santan berwarna kemerahan.

Rasa Sego Koyor terkenal gurih dengan sentuhan pedas yang pas, serta aroma yang mampu menggugah selera sejak suapan pertama. Proses memasaknya membuat daging koyor sangat lembut dan bumbu santan meresap sempurna ke setiap seratnya.

Walaupun tampilannya sederhana, Sego Koyor tetap memikat lidah. Hidangan ini biasanya dilengkapi sambal, telur, dan kerupuk sebagai pelengkap, menjadikannya salah satu kuliner Semarang yang tidak kalah nikmat dibanding makanan populer lainnya.

Jika suatu hari kamu berkesempatan berkunjung ke Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi deretan kuliner ikoniknya. Biarkan lidahmu menjadi saksi kelezatan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Siapa tahu, setelah mencobanya, kamu justru menemukan hidangan favorit baru yang membuatmu ingin kembali lagi dan lagi.