7 Wisata Malam Solo yang Selalu Ramai Pengunjung Setiap Akhir Pekan

Nativeindonesia – Berlibur ternyata tidak harus selalu dinikmati saat matahari masih bersinar. Saat malam tiba dan suasana kota mulai dipenuhi lampu-lampu yang cantik, kamu tetap bisa menghabiskan waktu dengan berwisata bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Bahkan, suasana malam di kota Solo sering kali memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih santai dibandingkan siang hari.

Di Kota Solo, ada banyak pilihan destinasi yang menarik untuk dikunjungi setelah matahari terbenam. Mulai dari pasar malam yang ramai, tempat nongkrong dengan suasana nyaman, hingga beragam wisata kuliner yang menggugah selera. Setiap tempat menawarkan daya tarik tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.

Jika kamu sedang mencari referensi tempat seru untuk menghabiskan malam di Solo, berikut beberapa wisata malam paling populer yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu.

Ngarsopuro Night Market

Ngarsopuro Night Market

Berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Solo, pasar malam ini berada tidak jauh dari kawasan bersejarah Pura Mangkunegaran. Jika dibandingkan dengan pasar malam pada umumnya yang biasanya dipenuhi keramaian dan deretan pedagang yang tersebar di berbagai sudut, Ngarsopuro Night Market menawarkan suasana yang lebih tertata. Penataan lapak yang rapi membuat area pasar terasa nyaman, sehingga pengunjung dapat berjalan santai sambil menikmati berbagai hiburan dan produk yang tersedia.

Daya tarik utama pasar malam ini terletak pada produk-produk yang ditawarkan. Berbagai barang yang dijual merupakan hasil karya dan produk khas Solo yang mencerminkan budaya serta identitas daerah. Karena itulah, Ngarsopuro Night Market menjadi salah satu destinasi wisata malam favorit yang mampu menghadirkan nuansa kearifan lokal yang masih sangat terasa.

Yang membuat tempat ini semakin menarik, para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut harus memiliki KTP Kota Surakarta. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat lokal sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha setempat untuk berkembang. Bagi yang ingin berkunjung, Ngarsopuro Night Market buka setiap malam pada jam operasional yang cukup singkat, yaitu mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Alun-alun Kidul Kota Solo

Alun alun Kidul Kota Solo

Kalau Yogyakarta punya Alun-Alun Kidul yang terkenal, Solo juga memiliki tempat serupa yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, terutama saat malam hari. Setiap malam, suasana di area ini selalu ramai dan penuh kehangatan. Banyak warga lokal maupun wisatawan yang datang untuk berjalan-jalan santai, menghabiskan waktu bersama keluarga, berbincang dengan teman, atau sekadar menikmati sejuknya suasana malam di Kota Solo.

Di sekitar alun-alun, pengunjung dapat menemukan beragam jajanan yang menggugah selera. Mulai dari bakso bakar yang lezat, jagung bakar dengan aroma khas yang menggoda, hingga wedang ronde hangat yang cocok dinikmati saat cuaca malam terasa sejuk. Kehadiran kuliner-kuliner tersebut membuat suasana nongkrong di alun-alun semakin menyenangkan.

Tak hanya menjadi tempat bersantai dan berburu kuliner, Alun-Alun Kidul Solo juga dikenal sebagai lokasi favorit untuk berfoto. Salah satu daya tarik yang paling mencuri perhatian adalah becak neon, yaitu becak yang telah dihias dengan lampu warna-warni yang berkilauan. Pengunjung bisa menyewanya untuk berkeliling area alun-alun atau mengabadikan momen dengan latar yang unik dan menarik. Saat malam tiba, cahaya becak neon menciptakan suasana yang meriah dan membuat kawasan ini semakin memikat untuk dikunjungi.

Gedung Djoeang ’45 Solo

Gedung Djoeang ’45 Solo

Gedung Djoeang ’45 Solo merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan masa kolonial Belanda. Meski usianya sudah cukup tua, suasana di tempat ini jauh dari kesan angker atau menakutkan. Justru, kawasan ini telah ditata dengan sangat menarik sehingga menjadi destinasi wisata yang nyaman dikunjungi, baik pada siang maupun malam hari.

Terletak di Jalan Mayor Sunaryo, Gedung Djoeang ’45 Solo kerap menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan untuk berburu foto. Area tamannya yang rapi, pencahayaan lampu yang cantik saat malam tiba, serta penataan kursi yang estetik menciptakan suasana yang nyaman dan instagramable. Tidak heran jika banyak pengunjung betah menghabiskan waktu sambil bersantai di sini.

Menariknya lagi, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menikmati keindahan tempat ini. Pengunjung dapat masuk secara gratis dengan syarat sederhana, yaitu ikut menjaga kebersihan dan kelestarian area wisata. Jadi, selama tidak merusak fasilitas dan selalu membuang sampah pada tempatnya, kamu bisa menikmati pesona Gedung Djoeang ’45 Solo dengan nyaman dan menyenangkan.

Gladak Langen Bogan Solo

Gladak Langen Bogan Solo

Bagi para pencinta kuliner, Gladak Langen Bogan Solo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Galabo merupakan tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Berlokasi di bagian ujung Jalan Slamet Riyadi, kawasan ini sudah sejak lama menjadi salah satu destinasi kuliner malam yang populer. Beragam pilihan makanan dan minuman yang tersedia membuat tempat ini selalu menjadi tujuan favorit bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Solo.

Pada siang hari, kawasan ini tampak seperti ruas jalan biasa dengan panjang sekitar satu kilometer. Namun suasananya berubah total ketika malam tiba. Deretan kios makanan mulai beroperasi dan memenuhi area sepanjang jalan, sementara bagian tengahnya ditata dengan meja dan kursi yang nyaman untuk para pengunjung menikmati hidangan.

Menariknya, kamu tidak perlu khawatir kehabisan pilihan menu. Galabo menghadirkan lebih dari 40 kios kuliner yang menawarkan beragam makanan khas Solo hingga hidangan populer lainnya. Tempat ini mulai buka setiap hari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, sehingga sangat cocok dijadikan tujuan berburu kuliner sambil menikmati suasana malam Kota Solo yang hangat dan ramai.

Titik Nol Kilometer Solo

Titik Nol Kilometer Solo

Saat sedang jalan-jalan ke Solo, jangan lewatkan mampir ke Titik Nol Kilometer yang menjadi salah satu ikon kota ini. Penataan kawasan di Kota Solo memang sering dianggap mirip dengan Yogyakarta, mulai dari keberadaan alun-alun hingga titik pusat kota yang memiliki nilai sejarah tersendiri.

Titik Nol Kilometer Solo berada tepat di depan Balai Kota Solo, di ujung Jalan Slamet Riyadi. Monumen yang dikenal juga dengan sebutan Tugu Pemandengan ini kerap menjadi tujuan wisatawan yang ingin mengabadikan momen dengan berfoto. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini mudah dijangkau dan selalu ramai dikunjungi.

Tugu yang memiliki tinggi sekitar tiga meter tersebut berdiri di tengah kawasan bersejarah yang dikelilingi bangunan peninggalan era kolonial. Deretan bangunan tua yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya semakin menambah daya tarik kawasan ini, sehingga pengunjung tidak hanya bisa berfoto, tetapi juga menikmati nuansa sejarah yang masih terasa kuat di pusat Kota Solo.

Café Tiga Tjeret

Café Tiga Tjeret

Kalau sedang mencari tempat makan yang asyik untuk dikunjungi saat malam hari di Solo, Café Tiga Tjeret bisa menjadi pilihan yang menarik. Lokasinya berada di Jalan Ronggo Warsito, tepat di depan Pura Mangkunegaran, sehingga cukup mudah ditemukan oleh wisatawan maupun warga lokal.

Suasana kafe ini terasa semakin menarik berkat dekorasi lampion warna-warni yang menghiasi area sekitar. Selain membuat suasana malam lebih hangat dan nyaman, lampion tersebut juga menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto dan mengabadikan momen bersama teman atau keluarga.

Untuk urusan kuliner, Café Tiga Tjeret menyajikan beragam makanan tradisional khas Solo dengan harga yang ramah di kantong. Kombinasi antara cita rasa lokal, suasana yang unik, dan harga yang terjangkau membuat tempat ini selalu ramai pengunjung. Tidak mengherankan jika banyak anak muda memilih Café Tiga Tjeret sebagai lokasi favorit untuk bersantai dan berkumpul saat malam hari.

Pasar Gede

Pasar Gede

Kalau sedang berada di Solo dan ingin merasakan suasana khas menjelang perayaan Imlek, Pasar Gede bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya berada tidak jauh dari Alun-Alun Utara Kota Solo, sehingga cukup mudah dijangkau oleh wisatawan maupun warga setempat.

Sebelum masa pandemi, kawasan Pasar Gede selalu tampil lebih semarak saat mendekati Tahun Baru Imlek. Deretan lampion berwarna-warni menghiasi sepanjang jalan di sekitar pasar, menciptakan pemandangan yang indah dan memanjakan mata. Tak heran jika banyak pengunjung datang untuk mengabadikan momen dengan berfoto di area ini.

Selain menikmati keindahan lampion, pengunjung juga dapat melihat tugu jam yang berdiri kokoh di tengah kawasan Pasar Gede. Ikon yang satu ini menjadi penanda sekaligus titik pusat pasar, serta menambah daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke salah satu kawasan bersejarah di Kota Solo ini.