Museum Keraton Sumenep merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tempat bersejarah yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Museum Keraton Sumenep ini menyimpan benda peninggalan sejarah yang masih terjaga dan tetap dilestarikan. Keberadaan benda-benda bersejarah tersebut merupakan bukti kejayaan kota Sumenep pada masa lampau.
Kearifan sejarah di Kabupaten Sumenep masih bisa dilihat dan dirasakan ketika berkunjung ke situs sejarah Museum Keraton Sumenep. Merupakan Warisan budaya Sumenep dari masa lampau yang masih ada hingga saat ini.
Museum Keraton Sumenep telah berkembang menjadi sebuah museum yang bebas dikunjungi layaknya museum pada umumnya. Bekas bangunan Keraton ini menyimpan berbagai hal serta benda-benda yang berhubungan dengan kejayaan Keraton Sumenep pada masa lampau.
Alamat Museum Keraton Sumenep
- Jl. Dr. Sutomo No.6, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, 69416.
Jam Buka
- Buka setiap hari. 07.00 WIB – 15.30 WIB.
Harga Tiket Masuk
- Harga tiket masuk Rp.5.000,-
Rute ke Museum Keraton Sumenep
Lokasi Museum Keraton Sumenep berada di tengah kota. Tidak sulit untuk menemukan lokasi museum ini dengan berkendara sendiri. Museum ini berdekatan dengan Alun-alun Kota Sumenep, hanya berjarak 400 meter saja.
Transportasi
Akses jalan menuju ke Museum Keraton Sumenep sangat mudah dijangkau. Bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum. Akses jalan yang dilalui sudah sangat baik selayaknya jalur perkotaan yang mudah untuk dilintasi semua jenis kendaraan.
Ada Apa di Museum Keraton Sumenep
Museum Keraton Sumenep, menjadi destinasi wisata sejarah warisan budaya Sumenep dari masa lampau. Hingga saat ini masih ada, terjaga dan telah berkembang menjadi sebuah museum yang bisa dikunjungi. Seperti museum pada umunya, bekas bangunan keraton ini menyimpan berbagai hal dan benda-benda yang memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan kejayaan Keraton di masa lampau. Museum Keraton Sumenep ini terbagi menjadi tiga bagian Museum.
Museum I yang disebut Museum Kencana Keraton
Museum ini menyimpan dua buah kereta kencana raja dan barang antik koleksi kerajaan seperti kursi pertemuan dan tempat tidur raja. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai garasi kereta Sultan Abdurrahman yang berkuasa pada tahun 1811-1854. Salah satu kereta kencana yang ada merupakan hadiah dari Ratu Kerajaan Inggris. Sementara yang lainnya merupakan buatan lokal.
Selain itu di dalam museum kencana ini tersimpan ukiran. Ukiran tersebut melambangkan perdamaian dan kerjasama yang seimbang antara masyarakat Madura di Keraton Sumenep dengan pihak Eropa, Cina dan Arab.
Kereta Kencana
Kereta Kencana peninggalan Keraton Sumenep pada masa Sultan Abdurrachman (1812-1854), hadiah dari Kerajaan Inggris.
Kereta Arya
Kereta yang digunakan pada masa kerajaan Arya Wiraraja. Diperkirakan usia kereta ini hampir 1000 tahun. Saat ini kereta tersebut digunakan oleh bupati pada perayaan hari besar Kabupaten Sumenep.
Cellong Pajenangger
Transportasi yang digunakan di Pulau Kangayan pada tahun 1912. Biasanya perahu tersebut digunakan oleh orang-orang Buis untuk berlayar ke Sumenep sekitar tahun 1912.
Qur’an Besar
Quran besar yag ditulis oleh kenpakan Bupati Asal Bluto. Ditulis pada tahun 2005 M.
Museum II
Pada masanya merupakan kantor raja yang biasa disebut kantor ‘Koneng’. Kata Koneng, dalam logat Madura mengandung arti Kuning. Hal ini juga mendukung dua fakta yang ada, bahwa dinding kantor Raja ini memang berwarna kuning dan ‘Koneng’ yang juga mengindisikasikan kulit para anggota keluarga Keraton yang kuning langsat. masyarakat menyebut para putri raja di Sumenep sebagai ‘putri koneng’, yang artinya ‘putri raja’ sekaligus juga berarti ‘putri berwarna kulit kuning’.
Meriam
Meriam yang ada di mueseum ini merupakan senjata peledak pada masa penjajahan Belanda dari abad XVIII Masehi
Tempayan
Tempayan ini berasal dari negara Thailand seitar abad ke XVI M. Dipergunakan sebagai tempat penampungan air di sekitar lingkungan keraton.
Saronen
Merupakan alat kesenian tradisional di Madura dalam negiringi Sapi Kerapan.
Tenung
Berfungsi sebagai tempat kue. Biasa dipergunakan untuk prosesi upacara lamaran atau pertunangan.
Keris Dapur Luk
Digunakan sebagai alat atau senjata tikam untuk berperang, dengan bilah yang dilunuri racun yang disebut warangan.
Patung Budha
Patung Budha dengan posisi bersila dan mendekap. Merupakan simbol yang dipuja oleh umat Bidha pada masa kerajaan Majapahit.
Teko Guangdong
Salah satu bukti bahwa Kerajaan Sumenep memiliki hubungan dengan negara Cina yang meruakan penghasil keramik terbaik. Teko ini berasal dari abad ke 18 dan hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan.
Binggel
Merupakan perhiasan yang digunakan oleh wanita dewasa pada jaman Kerajaan Sumenep.
Tempat Sabun Poselin
Perlengkapan untuk berhias. Terbuat dari poselin sebagai pelengkap untuk bersolek.
Tembok Lurus
Tembok Lurus ini adalah sejanta menyerupai keris. Dengan bentuk lurus yang dibuat oleh seorang mpu. Tembok Lurus ini digunakan untuk berperang pada jaman Kerajaan Sumenep.
Museum III
Dulunya merupakan gedung tempat untuk meditasi raja. Di dalam museum ini tersimpan Al Quran lengkap 30 Juz. Hasil tulisan tangan dari Sultan Abdurrahman Pakuningrat. Ditulis pada masa Kerajaan Sumenep sekitar tahun 1811. Menurut sejarah diselesaikan hanya dalam waktu semalam.
Selain itu, tersimpan juga beberapa ikat daun lontar kering yang di dalamnya terdapat tulisan tangan oleh Sultan Abdurrahman. Isinya adalah berupa ajaran-ajaran Islam dan tradisional rakyat Sumenep dalam huruf-huruf Jawa.
- Tidak semua bangunan keraton boleh dikunjungi oleh wisatawan. Bangunan yang menjadi tempat tidur para raja dibiarkan tertutup. Pengunjung hanya diizinkan melihat dari luar dengan cara mengintip di jendela kaca.
Taman Sare
Terakhir wisatawan diarahkan ke Taman Sare. Di lokasi tersebut ada kolam pemandian istri para Raja dan dayang-dayang nya, letaknya berada di sebelah Timur pendopo Agung. Biasanya, wisatawan cuci muka di taman yang disebut sebagai tempat pemandian Putri Koneng itu. Diyakini, air yang terdapat di kolam itu bisa membuat awet muda dan didekatkan dengan jodoh.
Fasilitas Museum Keraton Sumenep
Berikut adalah fasilitas dan sarana umum yang tersedia di Museum Keraton Sumenep.
- Kamar mandi umum
- Ruangan pameran
- Pos penjagaan
- Tempat duduk santai
- Taman
- Mushola dan lain lain.
Hotel Sekitar Museum Keraton Sumenep
Hotel, villa atau penginapan sekitar Museum Keraton Sumenep.
- De Baghraf Hotel Sumenep
Berjarak 180 meter dari Museum Keraton Sumenep.
Jl. Panglima Sudirman No.5 – 5a, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69416. (0328) 6769999. - Asmi Hotel
Berjarak 210 meter dari Museum Keraton Sumenep.
Jl. Kapten Tesna, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69416. 0878-4619-5222. - Hotel El Malik
Berjarak 240 meter dari Museum Keraton Sumenep.
Jl. HOS Cokroaminoto No.9, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 60000. (021) 29706666. - Hotel Garuda Sumenep
Berjarak 550 meter dari Museum Keraton Sumenep.
Jl. Kamboja No.20A, Lingkungan Dhalem, Pajagalan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69451•(021) 80629666 - La Galleria Hotel, Cafe & Resto
Berjarak 760 meter dari Museum Keraton Sumenep.
Jl. Kh Mansyur No.31, Pangarangan, Kec. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69417. 0852-9230-0300.
Tempat Wisata Sekitar Museum Keraton Sumenep
- Masjid Agung Sumenep
Video Museum Keraton Sumenep
Video Museum Keraton Sumenep berikut dikutip dari channel : Good News From Indone
Penutup
Museum Keraton Sumenep menjadi salah satu destinasi pilihan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke daerah Sumenep, Jawa Timur. Wisatawan bisa melihat peninggalan Keraton Sumenep yang disimpan dalam museum itu.
Museum Keraton Sumenep banyak menyimpan benda peninggalan sejarah yang masih terjaga dan tetap dilestarikan. Keberadaan benda-benda bersejarah tersebut merupakan bukti kejayaan kota Sumenep pada masa lampau