Lawang Sewu Kota Semarang, Bangunan Bersejarah Paling Ikonik di Jawa Tengah

Nativeindonesia – Di jantung Kota Semarang, berdiri sebuah bangunan megah yang seolah tak pernah lepas dari ingatan siapa pun yang pernah melihatnya. Lawang Sewu bukan sekadar bangunan tua dengan arsitektur indah, melainkan saksi bisu perjalanan panjang sejarah yang pernah dilalui kota ini. Setiap sudutnya menyimpan cerita, setiap pintunya seakan mengundang siapa saja untuk menelusuri masa lalu yang penuh makna.

Nama Lawang Sewu sendiri sudah cukup untuk memancing rasa penasaran. Konon, bangunan ini memiliki seribu pintu, meskipun jumlah sebenarnya tidak pernah benar-benar dihitung secara pasti. Deretan pintu dan jendela tinggi yang berjejer rapi menciptakan kesan megah sekaligus misterius, membuat siapa pun yang melangkah masuk merasakan atmosfer berbeda dari bangunan pada umumnya.

Lebih dari sekadar ikon wisata, Lawang Sewu adalah simbol kejayaan arsitektur kolonial yang berpadu dengan nilai sejarah bangsa. Bangunan ini pernah menjadi pusat aktivitas penting pada masanya, dan kini menjelma menjadi pengingat akan perjuangan, perubahan, serta dinamika yang membentuk Jawa Tengah seperti yang kita kenal sekarang.

Sejarah Wisata Lawang Sewu

Sejarah Wisata Lawang Sewu

Pada awal berdirinya, Lawang Sewu berfungsi sebagai gedung perkantoran milik perusahaan kereta api swasta dari Belanda yang dikenal dengan nama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Gedung ini menjadi pusat kegiatan administrasi perusahaan perkeretaapian pada masa itu.

Proses pembangunan Lawang Sewu dilakukan secara bertahap sejak tahun 1904 di atas lahan seluas 18.232 meter persegi. Pembangunan gedung utamanya memakan waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya selesai. Setelah rampung, gedung ini mulai digunakan dan resmi beroperasi pada bulan Juli.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya antara 1916 hingga 1918, Lawang Sewu kembali mengalami pengembangan dengan penambahan sejumlah bangunan baru. Dari proses tersebut, terbentuklah kompleks Lawang Sewu seperti yang dapat dilihat saat ini, yang terdiri atas Gedung A, B, C, D, E, serta Ruang Pompa. Jika ingin mengetahui bagaimana perubahan fungsi Gedung Lawang Sewu dari waktu ke waktu, berikut penjelasannya.

  • Pada Juli 1907, Lawang Sewu pertama kali digunakan sebagai kantor pusat administrasi NIS.
  • Pada masa pendudukan Jepang, yaitu tahun 1942 hingga 1945, gedung ini diambil alih dan difungsikan sebagai kantor Riyuku Sokyoku atau Jawatan Transportasi Jepang.
  • Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Lawang Sewu digunakan sebagai Kantor Eksploitasi Tengah Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).
  • Namun, pada tahun 1946, gedung ini dijadikan markas tentara Belanda sehingga aktivitas perkantoran DKARI dipindahkan ke bekas kantor de Zustermaatschappijen.
  • Pada tahun 1949, setelah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, Lawang Sewu digunakan oleh Kodam IV Diponegoro. Selanjutnya, pada tahun 1994, gedung ini diserahkan kembali kepada Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), yang kemudian berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).
  • Proses restorasi Gedung Lawang Sewu dilakukan pada tahun 2009 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Setelah selesai dipugar, Gedung A Lawang Sewu diresmikan sebagai bangunan cagar budaya pada 5 Juli 2011.
  • Sejak tahun 2011 hingga sekarang, Lawang Sewu difungsikan sebagai museum yang menampilkan berbagai koleksi dan peninggalan sejarah perkeretaapian di Indonesia dari masa ke masa.

Lokasi Wisata Lawang Sewu

Lokasi Wisata Lawang Sewu

Lawang Sewu berada di jantung Kota Semarang sehingga sangat mudah dijangkau oleh wisatawan. Sebagai salah satu ikon kota, bangunan bersejarah ini sering dijadikan tempat awal untuk memulai perjalanan wisata. Keberadaannya yang terkenal membuat Lawang Sewu selalu menarik perhatian para pengunjung yang datang ke Semarang.

Di sekitar Lawang Sewu, terdapat berbagai destinasi menarik yang tidak kalah populer, seperti Tugu Muda, kawasan Kota Lama Semarang, serta Gereja Blenduk. Letaknya yang strategis memudahkan wisatawan untuk mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam satu perjalanan. Kondisi tersebut membuat Lawang Sewu menjadi destinasi wisata yang menarik dan cocok untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan wisatawan.

Jam Buka dan Harga Tiket Wisata Lawang Sewu

Jam Buka dan Harga Tiket Wisata Lawang Sewu

Sebelum berkunjung ke Lawang Sewu, pengunjung sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jam operasional dan biaya tiket masuk yang berlaku. Informasi ini penting agar rencana kunjungan dapat berjalan lancar tanpa kendala. Selain itu, harga tiket dibedakan berdasarkan kategori pengunjung.

Lawang Sewu buka setiap hari, mulai dari hari Senin hingga Minggu. Jam operasionalnya dimulai pukul 07.00 pagi dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Dengan waktu kunjungan yang cukup panjang, wisatawan memiliki kesempatan lebih leluasa untuk menjelajahi seluruh area dan koleksi yang tersedia.

Untuk tiket masuk, Lawang Sewu menetapkan harga yang berbeda sesuai kelompok pengunjung. Anak-anak dan pelajar dikenakan biaya Rp10.000 per orang, sementara dewasa dan mahasiswa sebesar Rp20.000 per orang. Adapun wisatawan mancanegara perlu membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang.

Daya Tarik yang Ditawarkan Wisata Lawang Sewu

Daya Tarik yang Ditawarkan Wisata Lawang Sewu

Jika kamu berencana berlibur ke Semarang dan mampir ke Lawang Sewu, ada banyak hal menarik yang bisa kamu temukan di sana. Penasaran pengalaman apa saja yang bisa dirasakan saat berkunjung? Simak penjelasan berikut ini!

Keindahan Arsitektur Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang tampak megah saat dilihat dari seberang jalan. Gedung ini merupakan hasil rancangan dua arsitek yang berasal dari Amsterdam, yakni Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B. J. Ouendag. Sejak awal pembangunannya, Lawang Sewu sudah menunjukkan keindahan arsitektur khas Eropa yang mencerminkan kemajuan desain pada masanya.

Gaya arsitektur Amsterdam dikenal dengan bentuk yang tidak rumit, tetapi tetap terlihat anggun melalui penggunaan garis dan lengkungan. Hal tersebut juga terlihat pada Lawang Sewu yang berbentuk menyerupai huruf L dan memiliki banyak pintu serta jendela. Keberadaan pintu dan jendela ini tidak hanya menambah estetika bangunan, tetapi juga berfungsi sebagai sistem sirkulasi udara alami. Karena jumlah pintunya yang sangat banyak, masyarakat Jawa menyebutnya “Lawang Sewu” atau seribu pintu, meskipun sebenarnya jumlah pintu di gedung ini sekitar 928 buah.

Keunikan Lawang Sewu juga tampak pada hiasan kaca patri karya Johannes Lourens Schouten yang terpasang hampir di seluruh bangunan. Kaca patri tersebut menggambarkan berbagai cerita, mulai dari kemakmuran Pulau Jawa, kekuasaan Belanda, kehidupan kota pelabuhan, hingga perkembangan dunia perkeretaapian. Selain itu, bangunan ini dilengkapi berbagai ornamen lain seperti hiasan tembikar pada balkon, kubah kecil berlapis tembaga di menara air, serta ornamen perunggu di puncak menara yang semakin menambah nilai artistiknya.

Koleksi Museum Kereta Api

Saat ini, hampir seluruh area di gedung Lawang Sewu digunakan sebagai museum yang menampilkan berbagai koleksi tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia dari waktu ke waktu. Museum ini memberikan gambaran perkembangan dunia kereta api yang pernah berperan penting dalam transportasi nasional.

Beragam koleksi yang dipamerkan meliputi alat Alkmaar yang digunakan untuk mengatur wesel dan palang sinyal, mesin Edmonson, mesin hitung, mesin tik, replika lokomotif uap, serta berbagai surat berharga. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat dokumentasi proses pemugaran Lawang Sewu melalui foto, video, dan bahan restorasi. Di area dekat pintu keluar, tersedia perpustakaan kecil yang menyimpan buku-buku dengan topik seputar perkeretaapian.

Fasilitasi Kegiatan dan Acara

Tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata bersejarah, Lawang Sewu kini juga dapat digunakan sebagai lokasi berbagai kegiatan dan acara komersial. Tempat ini tersedia untuk pameran, pertunjukan seni, acara pernikahan, festival, rapat, sesi foto, produksi film, bazar, hingga kegiatan workshop.

Bagi kamu yang ingin melakukan pemesanan atau reservasi gedung, silakan menghubungi pihak pengelola melalui akun Instagram resmi mereka di @wisata.lawangsewu.