Nativeindonesia – Banyak orang datang ke Bali dengan rencana yang sama yaitu mengunjungi tempat-tempat yang sudah viral dan dipadati pengunjung. Padahal, ada sisi lain Bali yang tak kalah memesona, bahkan menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan budaya lokal. Tempat-tempat ini hadir dengan suasana tenang dan pemandangan yang memanjakan mata.
Wisata yang tersembunyi di Bali sering kali luput dari perhatian karena aksesnya yang tidak mudah atau minim promosi. Namun justru di sanalah letak pesonanya. Alam yang masih asri, udara yang segar, serta panorama yang belum banyak tersentuh menjadikannya pilihan sempurna bagi pencari ketenangan.
Bagi sebagian orang, perjalanan bukan hanya soal berfoto, melainkan tentang merasakan. Mendengar suara alam, melihat hamparan hijau yang luas, dan menikmati momen tanpa keramaian adalah pengalaman yang sulit ditemukan di tempat wisata mainstream. Bali menyediakan semua itu, asalkan kita mau melangkah sedikit lebih jauh.
Keindahan tersembunyi ini seolah menjadi rahasia yang dijaga oleh alam dan masyarakat sekitar. Setiap sudutnya menyimpan cerita, mulai dari air terjun yang mengalir tenang hingga perbukitan dengan pemandangan spektakuler. Semuanya menawarkan sensasi berbeda dari Bali yang biasa kita kenal. Melalui artikel ini, kita akan mengajak pembaca menjelajahi wisata Bali yang jarang diketahui turis, namun memiliki pesona luar biasa. Berikut diantaranya:
Taman Jinja Besakih

Taman Jinja Besakih berada tidak jauh dari Padang Bunga Kasna dan Taman Bunga Gemitir. Karena jaraknya berdekatan, ketiga destinasi wisata ini bisa kamu kunjungi sekaligus dalam satu hari. Hal ini tentu jadi pilihan menarik buat kamu yang ingin mengeksplor banyak tempat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Di Taman Jinja Besakih, pengunjung akan menemukan banyak sudut foto yang estetik dan cocok untuk dibagikan di media sosial. Setiap spot menawarkan latar yang menarik, sehingga kamu bisa puas mengabadikan momen liburan. Tempat ini memang dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata.
Menariknya lagi, saat cuaca cerah, kamu dapat menikmati pemandangan Gunung Agung dari jarak yang cukup dekat karena lokasi taman ini berada di kaki gunung. Selain panorama alamnya, Taman Jinja Besakih juga menghadirkan nuansa Jepang dengan adanya replika gerbang Fushimi Inari, membuat pengunjung bisa berfoto seolah sedang berada di Jepang.
Desa Pinggan
Desa Pinggan menjadi salah satu destinasi wisata di Bali yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Pulau Dewata. Daya tarik utamanya terletak pada panorama matahari terbit yang memukau, berpadu dengan suasana desa yang diselimuti kabut tipis. Pemandangan ini menciptakan nuansa tenang dan magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Dari kawasan Desa Pinggan, pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan Gunung Abang dan Gunung Agung yang berdiri megah di kejauhan. Lanskap pegunungan yang berpadu dengan langit pagi menjadikan lokasi ini favorit bagi para pecinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati alam secara lebih dekat.
Agar bisa menikmati pemandangan terbaik, disarankan untuk berangkat dari Denpasar sekitar pukul 3 hingga 4 pagi, sehingga tiba di Desa Pinggan sebelum pukul 6 pagi. Setibanya di lokasi, tersedia banyak titik menarik untuk menyaksikan sunrise. Pengunjung bebas memilih spot favorit untuk bersantai atau mengabadikan momen indah tersebut.
Gunung Payung Beach
Pantai Gunung Payung berada tidak jauh dari Pantai Pandawa dan mudah ditemukan dengan bantuan Google Maps. Setelah tiba di area parkir, pengunjung perlu menuruni cukup banyak anak tangga untuk mencapai bibir pantai. Meski perjalanan turun ini sedikit melelahkan, rasa capek akan terbayar dengan pemandangan laut biru yang tampak cerah dan bening jika dilihat dari atas.
Begitu sampai di tepi pantai, suasananya terasa tenang dan eksklusif. Karena masih jarang dikunjungi wisatawan, Pantai Gunung Payung memberikan kesan seperti pantai pribadi yang cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam tanpa keramaian.
Marigold Flower Field (Taman Bunga Gemitir)

Taman Bunga Gemitir berada tepat di samping Padang Bunga Kasna. Jika di Padang Bunga Kasna pengunjung bisa berfoto dengan latar taman edelweiss, maka di area ini kamu akan disuguhi hamparan bunga gemitir berwarna oranye cerah yang memanjakan mata. Pemandangan tersebut sangat cocok dijadikan latar foto yang cantik dan alami.
Pada dasarnya, kawasan Taman Bunga Gemitir bukanlah tempat wisata resmi. Karena itu, tidak ada tiket masuk yang ditetapkan untuk berkunjung ke sini. Meski begitu, pengunjung sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik kebun sebelum mengambil foto di area bunga gemitir sebagai bentuk sopan santun.
Saat berada di taman ini, penting untuk selalu menjaga sikap dan kebersihan lingkungan. Hindari merusak tanaman atau menginjak bunga agar keindahan kebun gemitir tetap terjaga. Dengan bersikap bertanggung jawab, keasrian taman ini bisa terus dinikmati oleh banyak orang.
Savana Caldera Batur
Savana ini berada di kawasan kaldera Gunung Batur yang terkenal dengan panorama alamnya. Untuk menuju lokasi tersebut, pengunjung cukup berkendara mengikuti arah menuju Toya Devasya. Sepanjang perjalanan, hamparan savana dengan warna kuning keemasan akan menemani dan memanjakan mata.
Tak jauh dari rute utama, terdapat area savana yang cukup luas dan dilengkapi dengan tempat parkir kendaraan. Di spot inilah pengunjung bisa berhenti sejenak untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen dengan latar alam yang indah dan sangat cocok untuk foto-foto bergaya Instagram.
Gili Putih Sumberkima

Gili Putih Sumberkima menjadi salah satu destinasi wisata di Bali Utara yang mulai banyak dibicarakan, terutama bagi pencinta island tour. Berlokasi di kawasan Pemuteran, tempat ini dapat dikunjungi dengan menyeberang menggunakan perahu. Biaya sewa perahu pulang-pergi berkisar antara Rp300.000 hingga Rp350.000 dengan kapasitas maksimal 10 orang, sehingga pengunjung bisa berbagi biaya bersama teman agar lebih hemat.
Berbeda dengan gili yang ada di Lombok, Gili Putih bukanlah pulau utuh, melainkan hamparan pasir putih yang sedikit lebih tinggi dari permukaan laut di sekitarnya. Di sini, pengunjung bisa berenang di laut yang bening, bermain ayunan, berfoto, atau sekadar menikmati panorama laut terbuka. Sensasinya terasa unik karena dari segala arah hanya terlihat lautan, membuat pengalaman berwisata seolah berada di tengah samudra yang menenangkan.
Taman Edelweiss (Padang Bunga Kasna)

Padang Bunga Kasna, yang sering dijuluki sebagai Taman Edelweiss, terletak tidak jauh dari kawasan Pura Besakih di Bali. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung perlu menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Denpasar menggunakan mobil atau sepeda motor. Meski jaraknya cukup jauh, keindahan alam yang ditawarkan membuat rasa lelah selama perjalanan terbayar lunas, apalagi tempat ini terkenal sangat cocok untuk berfoto.
Dengan tiket masuk yang ramah di kantong, sekitar Rp 20.000 untuk wisatawan lokal, Taman Edelweiss menyuguhkan beragam sudut menarik yang sayang untuk dilewatkan. Hamparan bunga Kasna yang tertata rapi menjadi latar foto favorit para wisatawan. Saat cuaca cerah, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Gunung Agung yang terlihat jelas karena lokasinya berada tepat di kaki gunung tersebut.
Karena berada di wilayah dataran tinggi, udara di sekitar taman terasa cukup sejuk, terutama pada pagi dan sore hari. Oleh sebab itu, disarankan untuk membawa jaket atau pakaian hangat agar tetap nyaman selama berkeliling. Dengan persiapan sederhana, pengalaman liburan ke Padang Bunga Kasna dijamin semakin menyenangkan.
Blue Lagoon Desa Sambangan

Blue Lagoon yang berada di Desa Sambangan, Bali Utara, menawarkan suasana wisata alam yang masih sangat terjaga keasriannya. Berbeda dengan kawasan Blue Lagoon lain yang identik dengan aktivitas snorkeling, lokasi ini lebih dikenal sebagai kolam alami dengan air jernih dan menyegarkan. Perjalanan menuju tempat ini dari Denpasar memakan waktu sekitar dua jam. Setibanya di lokasi, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.
Dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki menuruni tangga dan melewati jalur berbatu untuk mencapai kolam Blue Lagoon. Meski cukup menguras tenaga, semua usaha akan terbayar begitu tiba di lokasi. Pemandangan alam yang hijau dengan latar perbukitan dan hutan tropis menciptakan suasana tenang dan sejuk. Air kolamnya pun terasa sangat segar, cocok untuk berenang atau sekadar berendam sambil menikmati keindahan alam sekitar.