7 Kuliner Khas Malang Terpopuler yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Nativeindonesia – Berjalan menyusuri sudut-sudut Kota Malang, kamu akan menemukan deretan tempat makan yang selalu ramai pengunjung. Mulai dari warung legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun hingga kedai kekinian yang digemari anak muda, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Setiap hidangan memiliki cerita, tradisi, dan keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Malang tanpa mencicipi sajian khasnya. Beberapa menu bahkan telah menjadi ikon kota dan selalu diburu para pelancong. Perpaduan bumbu yang pas, bahan-bahan segar, serta resep turun-temurun menjadikan kuliner Malang memiliki karakter kuat yang membedakannya dari daerah lain di Jawa Timur.

Menariknya lagi, kuliner di Malang tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal suasana. Banyak tempat makan yang menghadirkan nuansa hangat dan nyaman, cocok untuk bersantai bersama keluarga maupun teman. Sensasi menikmati makanan hangat di tengah udara sejuk Malang tentu menjadi pengalaman yang sulit tergantikan.

Bagi para pencinta wisata kuliner, Malang adalah surga yang tak pernah kehabisan pilihan. Dari makanan berat hingga camilan manis, semuanya tersedia dengan harga yang relatif ramah di kantong. Tak heran jika kota ini kerap menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin berburu rasa sekaligus berlibur.

Rawon

Rawon

Rawon dikenal luas sebagai salah satu hidangan legendaris dari Jawa Timur yang cita rasanya begitu khas dan sulit dilupakan. Tak heran jika kuliner khas Malang terpopuler ini selalu wajib masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Kota Apel. Berdasarkan catatan sejarah dalam Prasasti Taji peninggalan Kerajaan Majapahit tahun 901 M, hidangan yang dahulu disebut rerawwan ini diyakini berasal dari wilayah Ponorogo. Meski begitu, kini rawon dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah di Jawa Timur seperti Malang, Ponorogo, hingga Surabaya, masing-masing dengan ciri rasa yang menggugah selera.

Keunikan rawon terletak pada kuahnya yang berwarna hitam pekat, hasil dari penggunaan kluwek sebagai bumbu utama. Umumnya, sajian ini menggunakan potongan daging sapi yang empuk sebagai isian. Namun di Malang, variasinya cukup beragam. Kamu bisa menemukan rawon dengan tambahan dengkul sapi yang kenyal, bahkan ada pula yang menyajikannya dengan kuah sedikit lebih kemerahan sehingga tampil berbeda dari biasanya. Menariknya lagi, rawon pernah dinobatkan sebagai salah satu sup terenak di dunia versi Taste Atlas tahun 2023.

Semangkuk rawon akan terasa semakin nikmat ketika disajikan bersama pelengkap seperti kecambah segar, taburan bawang goreng yang harum, serta telur rebus atau telur asin. Semua itu semakin sempurna saat disantap dengan nasi putih hangat yang pulen, menciptakan perpaduan rasa gurih, kaya rempah, dan begitu memanjakan lidah.

Bakso Malang

Bakso Malang

Bakso Malang memang sudah banyak dijual di berbagai daerah di Indonesia. Namun, rasanya belum terasa sempurna jika berkunjung ke Kota Malang tanpa mencicipi langsung hidangan legendaris ini di tempat asalnya. Sensasi menikmati bakso di kota kelahirannya tentu memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih autentik.

Kuliner khas Malang ini biasanya berisi perpaduan bakso daging, pangsit goreng renyah, mie kuning, siomay, serta tahu yang disajikan dengan siraman kuah kaldu sapi yang gurih dan hangat. Salah satu tempat yang cukup populer dan sering direkomendasikan wisatawan adalah Bakso Presiden, yang sudah dikenal luas karena cita rasanya yang khas.

Orem-Orem

Orem Orem

Orem-orem merupakan salah satu kuliner khas Malang terpopuler yang wajib masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Kota Apel. Meski namanya terdengar kurang familiar bagi sebagian orang, hidangan ini justru menyimpan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Dahulu, orem-orem biasanya hanya disajikan saat acara hajatan atau perayaan tertentu, sehingga kehadirannya terasa begitu spesial.

Makanan ini disajikan dengan kuah santan berwarna kuning yang menggugah selera. Isiannya terdiri dari potongan ketupat, kecambah segar, serta tempe yang dimasak hingga meresap bumbu. Sekilas tampilannya memang mirip opor karena sama-sama menggunakan santan, tetapi rasa orem-orem cenderung lebih ringan dan tidak terlalu kental, sehingga tetap nikmat tanpa terasa enek.

Saat ini, penjual orem-orem semakin jarang ditemukan. Karena itu, jika kamu berkesempatan melihat hidangan ini di warung atau pasar tradisional, sebaiknya jangan ragu untuk mencobanya. Selain memanjakan lidah, mencicipi orem-orem juga menjadi cara sederhana untuk melestarikan kekayaan kuliner khas Malang.

Puthu Lanang

Puthu Lanang

Puthu Lanang dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris khas Malang yang sudah hadir sejak tahun 1935. Jajanan tradisional ini memiliki perpaduan rasa manis dan gurih yang khas, berasal dari isian gula jawa yang lumer serta taburan kelapa parut yang menambah kelezatannya.

Tidak hanya menyediakan puthu, Warung Puthu Lanang juga menawarkan aneka jajanan tradisional lainnya. Pengunjung dapat menikmati pilihan seperti klepon, cenil, hingga lupis yang sama-sama menghadirkan cita rasa klasik dan autentik khas jajanan pasar.

Nasi Pecel Kawi

Nasi Pecel Kawi

Kalau sedang berkunjung ke Kota Malang, Nasi Pecel Kawi menjadi salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Warung nasi pecel legendaris Kawi berada di Jalan Kawi, tepatnya di Kios Nomor 43V, kawasan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Untuk jam operasionalnya, warung ini buka pada hari Senin sampai Jumat mulai pukul 06.30 hingga 17.00 WIB. Sementara itu, pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, buka lebih pagi pukul 05.00 dan tutup pukul 19.00 WIB.

Nasi Pecel Kawi sudah berdiri sejak tahun 1975 dan dirintis oleh Hj. Musilah. Keistimewaan pecel ini terletak pada bumbunya yang kental dan kaya rasa, memadukan cita rasa manis serta gurih. Aroma kencur dan daun jeruk yang cukup kuat membuat rasanya semakin khas dan berbeda dibandingkan pecel pada umumnya.

Tidak hanya menyajikan nasi pecel, tempat ini juga menawarkan berbagai menu lain seperti nasi soto, nasi rawon, ayam krispi, hingga aneka sate dan lauk tambahan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp26.000, sehingga cocok untuk berbagai kalangan.

Cwie Mie

Cwie Mie

Cwie mie adalah kuliner khas dari daerah Malang dan Batu yang cukup populer di kalangan wisatawan. Hidangan ini berbahan dasar mi ayam, namun disajikan dengan taburan ayam cincang yang diolah halus hingga menyerupai abon. Sekilas tampilannya memang mirip dengan mi ayam pada umumnya, tetapi cwie mie memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda.

Perbedaannya terlihat dari penggunaan daging ayam bagian putih yang lembut, serta tambahan pelengkap seperti daun selada, irisan daun bawang, bawang goreng, pangsit goreng, dan pangsit rebus. Kuahnya memiliki rasa asin dan gurih yang pas di lidah. Sajian hangat ini sangat cocok dinikmati saat berkunjung ke Malang, terutama ketika cuaca sedang dingin atau musim hujan.

Mendol

Mendol

Mendol adalah camilan tradisional khas Malang yang dibuat dari tempe yang telah difermentasi lebih lama. Proses pembuatannya dimulai dengan mengukus tempe, lalu dihaluskan dan dicampur bersama aneka bumbu pilihan hingga merata. Setelah itu, adonan dibentuk memanjang atau lonjong, kemudian digoreng sampai bagian luarnya kering dan berwarna kecokelatan. Rasanya gurih dengan tekstur yang padat di dalam dan renyah di luar.

Makanan sederhana ini bisa dinikmati langsung sebagai teman bersantai atau dijadikan pelengkap hidangan seperti pecel, rawon, maupun sayur lodeh. Tak heran jika mendol sering disebut sebagai kuliner khas Malang terpopuler yang wajib masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Kota Apel. Cita rasanya yang khas membuat siapa pun ingin mencicipinya kembali.

Itulah deretan kuliner khas Malang yang paling populer dan layak untuk kamu coba saat berkunjung ke kota tersebut. Ragam hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan daya tarik wisata Malang yang selalu dirindukan para pelancong.