Nativeindonesia – Bagi banyak orang yang pernah tinggal atau berkunjung ke Solo, cita rasa kulinernya sering kali sulit dilupakan. Terlebih bagi para perantau yang jauh dari kampung halaman, makanan khas Solo sering menjadi pengobat rindu yang sederhana namun bermakna. Aroma rempah, kuah hangat, hingga rasa manis gurih yang khas mampu membawa ingatan kembali pada suasana rumah dan masa lalu.
Keunikan kuliner Solo juga terletak pada cara penyajiannya yang sederhana namun tetap menggugah selera. Berbagai hidangan legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu masih bertahan hingga sekarang dan tetap dicintai oleh berbagai kalangan. Resep turun-temurun yang terus dijaga membuat rasa autentik dari makanan khas Solo tetap terjaga hingga saat ini.
Inilah beberapa kuliner khas Solo paling legendaris yang selalu dirindukan para perantau. Dari hidangan berkuah hingga makanan tradisional yang menggoda selera, semuanya memiliki keistimewaan tersendiri yang membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya. Tidak heran jika kuliner Solo selalu berhasil menghadirkan rasa rindu bagi siapa saja yang pernah menikmatinya.
Tengkleng

Tahukah kamu bahwa tengkleng merupakan salah satu kuliner yang lahir pada masa sulit di masa penjajahan? Konon, hidangan ini muncul ketika masyarakat Solo mengalami keterbatasan bahan makanan, terutama saat masa pendudukan Jepang. Dalam kondisi serba kekurangan, masyarakat harus mencari cara kreatif agar tetap bisa mengolah makanan yang mengenyangkan.
Karena bahan yang tersedia sangat terbatas, masyarakat memanfaatkan bagian kambing yang jarang digunakan, seperti jeroan dan tulang. Dari situlah lahir hidangan tengkleng yang kemudian menjadi menu sehari-hari bagi warga setempat.
Seiring berjalannya waktu, sajian tengkleng semakin berkembang dan tidak lagi sederhana seperti dulu. Kini, satu porsi tengkleng biasanya disajikan dengan berbagai bagian kambing, mulai dari daging yang masih menempel pada tulang, jeroan, hingga bagian lain seperti kuping, pipi, dan kepala kambing.
Dengan cita rasa gurih dan kaya rempah, tengkleng kini justru menjadi kuliner khas Solo yang banyak diburu wisatawan. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencicipinya?
Selat Solo
Salah satu makanan khas dari Solo yang terkenal hingga kini adalah Selat Solo. Hidangan ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya kuliner Eropa yang masuk ke Indonesia pada masa itu. Nama “Selat” sendiri diyakini berasal dari kata dalam bahasa Belanda, yaitu Slachtje atau Slachtije, yang merujuk pada daging yang disembelih lalu dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Potongannya tidak terlalu halus seperti cincangan, tetapi sedikit lebih besar sehingga masih terasa teksturnya saat dimakan.
Selat Solo menjadi salah satu hidangan favorit banyak orang karena menyajikan kombinasi unik antara gaya masakan Barat dengan kekayaan rasa khas Nusantara. Dalam satu porsi sajian, biasanya terdapat potongan daging sapi yang dimasak lembut, dilengkapi dengan sayuran seperti buncis, kentang, dan telur rebus. Hidangan ini juga sering disertai dengan acar sebagai penambah kesegaran.
Keistimewaan Selat Solo semakin terasa dari kuahnya yang khas. Kuah tersebut memiliki rasa gurih sekaligus manis karena menggunakan kecap sebagai bahan utama. Selain itu, tambahan mayones juga kerap disajikan sebagai pelengkap, memberikan sentuhan rasa yang semakin kaya dan membuat hidangan ini semakin nikmat untuk dinikmati.
Sup Matahari
Menu yang satu ini dikenal cukup unik dan jarang ditemukan di Solo. Tidak semua warung makan menyediakan hidangan ini, sehingga pengunjung harus sedikit berusaha untuk menemukannya. Nama sup matahari sendiri berasal dari tampilan penyajiannya yang menyerupai bunga matahari, dengan warna kuning cerah yang terlihat menarik dan menggugah selera.
Bagi masyarakat setempat, hidangan ini memiliki makna tersendiri. Sup matahari sering dianggap sebagai simbol harapan dan kasih sayang bagi pasangan. Karena filosofi tersebut, menu ini kerap disajikan dalam berbagai acara spesial, terutama pada resepsi pernikahan.
Dari segi isi, sup matahari sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sup pada umumnya. Di dalamnya terdapat beragam bahan seperti jagung, wortel, jamur, daging ayam, serta telur yang dipadukan dalam kuah hangat yang lezat. Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat rasanya gurih sekaligus menyehatkan.
Nasi Liwet

Nasi liwet merupakan salah satu hidangan khas Nusantara yang dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, nasi liwet khas Solo memiliki ciri tersendiri yang membuatnya berbeda dari daerah lain. Hidangan ini biasanya disajikan dengan siraman areh atau santan kental, dilengkapi telur pindang, sayur labu siam, suwiran ayam, serta sambal goreng yang menambah cita rasa gurih dan lezat.
Di Solo sendiri, nasi liwet kerap dijadikan pilihan menu sarapan oleh masyarakat setempat. Perpaduan nasi hangat dengan lauk pelengkap yang kaya rasa membuat hidangan ini sangat cocok dinikmati pada pagi hari sebelum memulai aktivitas.
Salah satu tempat yang terkenal untuk mencicipi nasi liwet di Solo adalah Nasi Liwet Wongso Lemu. Tempat makan legendaris ini telah beroperasi sejak tahun 1950 dan dikenal luas oleh para pecinta kuliner.
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati nasi liwet yang disajikan hangat dengan rasa gurih yang khas. Porsinya yang cukup mengenyangkan serta cita rasanya yang autentik membuat banyak orang selalu ingin kembali mencicipinya.
Brambang Asem
Brambang Asem merupakan salah satu hidangan khas dari Solo yang cukup populer. Makanan ini bisa dinikmati langsung sebagai sajian sederhana maupun dijadikan sebagai lauk pendamping saat makan. Sekilas tampilannya mirip dengan pecel, namun Brambang Asem memiliki cita rasa dan cara penyajian yang berbeda.
Bahan utama makanan ini adalah daun ubi jalar yang direbus hingga empuk. Setelah itu, daun tersebut disiram dengan bumbu khas yang dibuat dari bawang merah yang dibakar terlebih dahulu. Bawang merah kemudian dihaluskan bersama asam jawa, terasi, cabai, serta gula jawa sehingga menghasilkan rasa yang segar, gurih, pedas, dan sedikit manis.
Walaupun bahan dan proses pembuatannya tergolong sederhana, Brambang Asem tetap memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan rasa dari bumbu yang khas membuat hidangan ini banyak digemari oleh masyarakat, terutama para pecinta kuliner tradisional.
Keunikan lainnya, Brambang Asem biasanya disajikan di atas alas daun pisang yang menambah aroma khas pada hidangan. Sajian ini juga sering dilengkapi dengan tempe gembus hangat sebagai pendamping, sehingga membuat rasanya semakin nikmat saat disantap.
Tahok

Tahok merupakan salah satu kuliner khas Solo yang memiliki tekstur unik, berada di antara bubur dan puding. Makanan ini dibuat dari kacang kedelai yang dihaluskan, kemudian diambil sarinya dan diproses hingga menjadi lembut serta sedikit padat.
Saat disajikan, Tahok biasanya disiram dengan kuah hangat yang terbuat dari rebusan jahe, serai, pandan, sedikit garam, serta daun jeruk. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan aroma yang harum dan cita rasa yang khas.
Ketika disantap, Tahok tidak hanya memberikan rasa yang lezat di lidah, tetapi juga menghadirkan sensasi hangat di tubuh. Hal ini karena kuahnya mengandung berbagai rempah yang dikenal mampu memberikan efek menghangatkan, sehingga cocok dinikmati terutama saat cuaca dingin.
Timlo

Timlo merupakan salah satu hidangan berkuah yang sekilas mirip dengan sup. Isinya cukup beragam, mulai dari suwiran daging ayam, irisan sosis, ati ampela, hingga telur pindang. Sesuai dengan namanya, hidangan ini disajikan dengan kuah bening yang kaya akan bumbu rempah, sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas dan nikmat disantap kapan saja.
Di antara berbagai variasi timlo yang ada, Timlo Sastro yang berada di Pasar Gede menjadi salah satu yang paling terkenal. Tempat makan ini sudah dikenal luas oleh masyarakat dan dianggap legendaris karena telah berdiri dan melayani pelanggan sejak puluhan tahun lalu.
Menariknya, timlo tidak hanya bisa ditemukan di pasar atau warung makan. Hidangan ini juga sering dihidangkan dalam berbagai acara keluarga di Solo. Rasanya yang lezat dan cocok di lidah banyak orang membuat timlo menjadi salah satu menu favorit bagi berbagai kalangan.
Lenjongan

Lenjongan merupakan salah satu jajanan pasar khas Solo yang terkenal dengan perpaduan rasa manis dan legit yang menggugah selera. Kudapan tradisional ini menjadi favorit banyak orang karena menghadirkan berbagai jenis makanan khas dalam satu sajian yang sederhana namun kaya cita rasa.
Dalam satu porsi lenjongan biasanya terdapat beragam makanan tradisional seperti getuk, ketan hitam, tiwul, cenil, serta beberapa olahan singkong atau ketan lainnya. Setiap komponen memberikan tekstur dan rasa yang berbeda, sehingga membuat sajian ini terasa lebih lengkap dan menarik untuk dinikmati.
Lenjongan umumnya disajikan menggunakan daun pisang yang dibentuk seperti pincuk. Penyajian tersebut kemudian dilengkapi dengan taburan kelapa parut yang gurih serta siraman gula merah cair yang memberikan rasa manis yang khas.
Jajanan tradisional ini cukup mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional di Solo, seperti Pasar Gede dan Pasar Klewer. Banyak pedagang yang menjual lenjongan sebagai pilihan camilan manis yang cocok dinikmati kapan saja.
Sate Kere

Istilah kere dalam bahasa Jawa memiliki arti miskin atau tidak memiliki banyak uang. Dari makna tersebutlah nama Sate Kere berasal. Pada masa lalu, masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas tetap ingin menikmati hidangan lezat seperti sate, tetapi mereka tidak mampu membeli daging yang harganya relatif mahal.
Sebagai solusi, bahan yang digunakan kemudian diganti dengan ampas tahu atau bagian jeroan sapi. Kedua bahan tersebut diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai sate pada umumnya. Cara ini menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat saat itu.
Sebelum dibakar, ampas tahu atau jeroan sapi terlebih dahulu dimasak dan dibumbui dengan bumbu bacem agar rasanya lebih gurih dan meresap. Setelah itu, bahan tersebut ditusuk seperti sate lalu dipanggang di atas bara api.
Ketika sudah matang, sate kemudian disajikan dengan siraman bumbu kacang yang khas, sama seperti penyajian sate daging. Biasanya, hidangan ini dinikmati bersama potongan lontong sehingga rasanya semakin nikmat dan mengenyangkan.