Nativeindonesia – Magelang adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang sudah cukup terkenal, terutama karena keberadaan Candi Borobudur yang menjadi ikon wisata dunia. Tapi sebenarnya, Magelang tidak hanya soal Borobudur saja. Kota ini masih memiliki banyak destinasi wisata menarik yang sangat disayangkan jika tidak dikunjungi.
Mulai dari wisata alam yang sejuk dan menenangkan, wisata sejarah yang penuh cerita masa lalu, sampai wisata budaya yang unik dan khas, semuanya bisa kamu temukan di sini. Setiap tempat punya daya tariknya sendiri dan bisa memberikan pengalaman liburan yang berkesan.
Nah, supaya kamu tidak bingung mau ke mana saja saat berkunjung ke Magelang, kami sudah merangkum beberapa destinasi pilihan yang wajib banget kamu datangi untuk benar-benar merasakan pesona Magelang yang sesungguhnya.
Candi Borobudur

Candi Borobudur tentu sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Candi berbentuk punden berundak dengan ukuran sekitar 123 x 123 meter serta tinggi mencapai 42 meter ini dikenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang menarik untuk disaksikan, seperti arca, stupa, hingga relief yang sarat makna dan nilai sejarah. Untuk menuju kawasan Candi Borobudur, perjalanan dari Yogyakarta memakan waktu sekitar satu jam melalui jalur Muntilan.
Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia, Candi Borobudur dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp30.000 untuk orang dewasa dan Rp12.500 untuk anak-anak. Saat berkunjung, ada satu hal yang sayang untuk dilewatkan, yaitu mencoba menyentuh arca Kunto Bimo. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, siapa pun yang bisa menyentuh bagian tubuh arca dengan memasukkan tangan ke lubang stupa diyakini akan mendapatkan keberuntungan. Menarik untuk dicoba, bukan?
Gunung Merapi dan Merbabu
Magelang yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa memiliki kondisi geografis dengan dataran tinggi serta dikelilingi oleh kawasan pegunungan. Dua gunung yang paling populer di wilayah ini adalah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kedua “gunung kembar” tersebut menawarkan panorama alam yang sangat indah dan menjadi salah satu daya tarik utama wisata di Magelang.
Untuk menuju Gunung Merbabu maupun Merapi, tersedia beberapa rute pendakian yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah jalur Chuntel, Wekas, dan Suwanting yang semuanya berada di wilayah Magelang. Selain itu, ada juga jalur yang cukup populer di kalangan pendaki, yaitu melalui basecamp Selo yang berada di Boyolali. Walaupun perjalanan menuju puncak cukup menguras tenaga, semua rasa lelah akan terbayar lunas ketika sudah menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dari atas gunung.
Punthuk Setumbu
Sejak digunakan sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film “Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2”, Punthuk Setumbu semakin populer di kalangan masyarakat, terutama bagi para wisatawan yang gemar menikmati pemandangan matahari terbit dari ketinggian.
Untuk bisa masuk, pengunjung dikenakan tiket sekitar Rp15.000 per orang, lalu masih harus berjalan kaki kurang lebih 20 menit untuk mencapai puncak bukitnya.
Setibanya di atas, kamu akan disuguhi pemandangan sunrise yang indah dengan siluet megah Candi Borobudur yang tampak dari kejauhan. Lokasi ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota menuju Jalan Borobudur Ngadiharjo.
Punthuk Sukmojoyo

Buat kamu yang hobi foto dengan latar alam seperti pegunungan atau tebing tinggi, ada satu destinasi menarik yang patut dikunjungi. Terletak di kawasan perbukitan Menoreh, Punthuk Sukmojoyo menyajikan pemandangan alam Magelang yang sangat memukau.
Dari puncak bukit yang berada di sisi barat daya Candi Borobudur ini, pengunjung bisa menikmati keindahan matahari terbit sekaligus matahari terbenam yang sama-sama menawan. Untuk masuk ke lokasi ini, cukup membayar tiket sebesar Rp5.000 per orang. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir soal parkir karena tersedia dua area parkir yang cukup luas untuk kendaraan pengunjung.
Candi Mendut
Sekitar tiga kilometer di sebelah timur Borobudur, terdapat situs bersejarah lain yang dikenal sebagai Candi Mendut. Candi ini memiliki dua bagian utama, yaitu bagian tubuh berbentuk bangunan tinggi persegi empat yang dihiasi stupa-stupa kecil di bagian atapnya, serta bagian kaki candi yang menjulang hampir 4 meter dari permukaan tanah, sehingga terlihat sangat megah.
Saat melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Borobudur, Candi Mendut akan menjadi candi pertama yang akan kamu lewati di sepanjang rute tersebut. Karena itu, akan lebih efisien jika kamu menyempatkan diri singgah terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur.
Untuk masuk ke kawasan Candi Mendut, pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp3.500 per orang, yang sudah termasuk tiket kunjungan ke Candi Pawon. Candi ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00.
Punthuk Mongkrong

Tidak jauh dari Punthuk Sukmojoyo, ada satu bukit lain yang juga cocok untuk kamu yang ingin berburu foto dari ketinggian, yaitu Punthuk Mongkrong. Untuk mencapai tempat ini, kamu perlu melewati jalur yang cukup menanjak dengan permukaan tanah, sehingga aksesnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Sesampainya di puncak, kamu akan disambut sebuah jembatan bambu berbentuk huruf V yang berada di tepi jurang dan menghadap langsung ke Gunung Merapi dan Merbabu. Ketika cuaca sedang cerah, kamu bisa mengabadikan momen dengan latar belakang dua gunung megah itu, ditambah hamparan awan yang tampak seperti berada di bawah kaki.
Candi Pawon

Di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur terdapat sebuah candi bernama Candi Pawon. Di tempat ini, pengunjung bisa menemukan beragam relief yang menggambarkan makhluk kahyangan serta sosok Bodhisatwa (calon Buddha) yang menghiasi dindingnya. Selain itu, detail arsitekturnya juga terlihat sangat indah dan memukau. Menurut para ahli, candi ini diyakini sebagai tempat penyimpanan abu Raja Indra, tokoh dari Dinasti Syailendra yang juga memiliki peran penting dalam pembangunan Candi Mendut.
Candi Pawon dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00. Untuk masuk, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar sekitar Rp3.300 per orang, dengan biaya parkir motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000.
Bagi yang ingin menikmati suasana lebih santai di kawasan Borobudur, Mendut, dan Pawon, kamu juga bisa mencoba berkeliling ketiga candi tersebut dengan menyewa sepeda. Selain lebih hemat, cara ini juga memberi pengalaman yang lebih menyenangkan dan berkesan.
Hutan Pinus Kragilan

Setelah puas berburu foto keren di Punthuk Setumbu, Sukmojoyo, dan Punthuk Mongkrong, rasanya sayang kalau kamu melewatkan Hutan Pinus di Desa Kragilan. Dulunya kawasan ini tidak terlalu dikenal wisatawan, namun kini justru berkembang menjadi destinasi populer dengan nama “Top Selfie Pinusan Kragilan” yang diberikan warga sekitar agar lebih menarik perhatian pengunjung.
Di sini bukan hanya spot foto yang bisa dinikmati, tetapi juga berbagai wahana seru seperti flying fox, ayunan, hingga rumah pohon yang bisa dinaiki sambil menikmati udara sejuk khas lereng Gunung Merbabu. Tempat wisata di Magelang ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00. Untuk masuk, pengunjung cukup membayar biaya parkir yang terjangkau, yaitu sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Gunung Andong

Buat kamu yang ingin mencoba naik gunung tapi masih minim pengalaman, Gunung Andong di Magelang bisa jadi pilihan yang pas. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut dan dikenal ramah untuk pendaki pemula, namun tetap menyajikan pemandangan yang tidak kalah indah dibanding Gunung Merbabu atau Merapi.
Untuk mencapai puncaknya, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam pendakian melalui jalur yang tergolong cukup menantang. Tidak hanya sekadar trekking, di sini kamu juga bisa berkemah dan menginap di area puncak sambil menikmati suasana bersama pendaki lainnya. Selain itu, momen yang paling ditunggu adalah saat matahari terbit yang terlihat sangat memukau dari atas Gunung Andong.
Gereja Ayam

Di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, terdapat sebuah bangunan unik bernama Rumah Doa Bukit Rhema yang tampak mencolok di tengah kawasan hutan. Warga sekitar lebih mengenalnya sebagai Gereja Ayam karena bentuk bangunannya yang memang menyerupai seekor ayam. Keunikan bentuk tersebut membuat Gereja Ayam semakin populer dan banyak dikunjungi wisatawan, bahkan hingga menarik perhatian dari luar negeri.
Dari kawasan Bukit Rhema, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbit yang indah dengan latar belakang puncak Borobudur. Namun, untuk menikmati sunrise langsung di area Gereja Ayam, pengunjung hanya bisa datang pada hari Sabtu dan Minggu. Jika ingin berkunjung, tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang dan Rp2.000 untuk kendaraan.